Nomor 11
Diketahui garis 2x+(p−2)y+1=0 sejajar dengan garis (p−1)x+6y+7=0. Misalkan a dan b adalah
nilai-nilai p yang memenuhi persamaan tersebut dengan a<b, maka nilai dari (a+7)15logb2=....
♠ Konsep dasar :
*). Gradien : ax+by+c=0→m=−ab
*). Dua garis sejajar, maka besar gradiennya sama.
*). Sifat logaritma : amlogbn=nmalogb
♠ Menentukan gradien kedua garis
2x+(p−2)y+1=0→m1=−2p−2
(p−1)x+6y+7=0→m2=−(p−1)6
♠ Kedua garis sejajar, sehingga gradiennya sama
m1=m2−2p−2=−(p−1)6(p−2)(p−1)=12p2−3p+2=12p2−3p−10=0(p+2)(p−5)=0p=−2∨p=5
Sehingga a=−2 dan b=5
♠ Menentukan hasilnya
(a+7)15logb2=(−2+7)15log52=515log52=215×5log5=2.51×1=10
Jadi, nilai (a+7)15logb2=10.♡
*). Gradien : ax+by+c=0→m=−ab
*). Dua garis sejajar, maka besar gradiennya sama.
*). Sifat logaritma : amlogbn=nmalogb
♠ Menentukan gradien kedua garis
2x+(p−2)y+1=0→m1=−2p−2
(p−1)x+6y+7=0→m2=−(p−1)6
♠ Kedua garis sejajar, sehingga gradiennya sama
m1=m2−2p−2=−(p−1)6(p−2)(p−1)=12p2−3p+2=12p2−3p−10=0(p+2)(p−5)=0p=−2∨p=5
Sehingga a=−2 dan b=5
♠ Menentukan hasilnya
(a+7)15logb2=(−2+7)15log52=515log52=215×5log5=2.51×1=10
Jadi, nilai (a+7)15logb2=10.♡
Nomor 12
Perkalian akar-akar real dari persamaan 1x2−10x−29+1x2−10x−45−2x2−10x−69=0, adalah ....
♣ Operasi akar-akar persamaan kuadrat
ax2+bx+c=0→x1.x2=ca
♣ Jika ab=0, maka a=0
♣ Menyederhanakan persamaan dengan memisalkan : p=x2−10x−29
1x2−10x−29+1x2−10x−45−2x2−10x−69=01x2−10x−29+1x2−10x−29−16−2x2−10x−29−40=01p+1p−16−2p−40=0(p−16)(p−40)+p(p−40)−2p(p−16)p(p−16)(p−40)=0p2−56p+16.40+p2−40p−2p2+32pp(p−16)(p−40)=0−64p+16.40p(p−16)(p−40)=0−64p+16.40=0p=10
Substitusi nilai p=10 ke permisalan, kita peroleh :
x2−10x−29=p→x2−10x−29=10→x2−10x−39=0
Sehingga nilai x1.x2=ca=−391=−39
Jadi, perkalian akar-akar realnya adalah −39.♡
ax2+bx+c=0→x1.x2=ca
♣ Jika ab=0, maka a=0
♣ Menyederhanakan persamaan dengan memisalkan : p=x2−10x−29
1x2−10x−29+1x2−10x−45−2x2−10x−69=01x2−10x−29+1x2−10x−29−16−2x2−10x−29−40=01p+1p−16−2p−40=0(p−16)(p−40)+p(p−40)−2p(p−16)p(p−16)(p−40)=0p2−56p+16.40+p2−40p−2p2+32pp(p−16)(p−40)=0−64p+16.40p(p−16)(p−40)=0−64p+16.40=0p=10
Substitusi nilai p=10 ke permisalan, kita peroleh :
x2−10x−29=p→x2−10x−29=10→x2−10x−39=0
Sehingga nilai x1.x2=ca=−391=−39
Jadi, perkalian akar-akar realnya adalah −39.♡
Nomor 13
Misalkan salah satu akar dari persamaan kuadrat x2−10x+a=0 mempunyai tanda yang berlawanan dengan salah satu akar
dari persamaan kuadrat x2+10x−a=0 dimana a adalah sebuah bilangan real, maka jumlah kuadrat dari akar-akar
persamaan x2+2ax−5=0 adalah ....
♠ Operasi akar-akar persamaan kuadrat
ax2+bx+c=0→x1+x2=−ba dan x1.x2=ca
♠ Menyusun persamaan dari operasi akar-akar :
*). PK I : x2−10x+a=0 akar-akarnya m dan n
m+n=−(−10)1→m+n=10 ....pers(i)
m.n=a1→m.n=a→m=an ....pers(ii)
*). PK II : x2+10x−a=0 akar-akarnya p dan −n
Karena akar PK I adalah n dan PK II memiliki tanda yang berlawanan dengan PK I sehingga salah satu akar dari PK II adalah −n .
p+(−n)=−(10)1→p−n=−10 ....pers(iii)
p.(−n)=−a1→−pn=−a→p=an ....pers(iv)
♠ Eliminasi pers(i) ke pers(iii)
m+n=10p−n=−10+m+p=0
♠ Substitusi pers(ii) ke pers(iv) ke m+p=0
m+p=0an+an=02an=02a=0a=0
♠ Sehingga PK x2+2ax−5=0 menjadi
x2+2ax−5=0x2+2.0.x−5=0x2−5=0x2=5x=±√5x1=√5∨x2=−√5
♠ Menentukan jumlah kuadratnya (x21+x22)
x21+x22=(√5)2+(−√5)2=5+5=10
Jadi, jumlah kuadratnya adalah 10 . ♡
ax2+bx+c=0→x1+x2=−ba dan x1.x2=ca
♠ Menyusun persamaan dari operasi akar-akar :
*). PK I : x2−10x+a=0 akar-akarnya m dan n
m+n=−(−10)1→m+n=10 ....pers(i)
m.n=a1→m.n=a→m=an ....pers(ii)
*). PK II : x2+10x−a=0 akar-akarnya p dan −n
Karena akar PK I adalah n dan PK II memiliki tanda yang berlawanan dengan PK I sehingga salah satu akar dari PK II adalah −n .
p+(−n)=−(10)1→p−n=−10 ....pers(iii)
p.(−n)=−a1→−pn=−a→p=an ....pers(iv)
♠ Eliminasi pers(i) ke pers(iii)
m+n=10p−n=−10+m+p=0
♠ Substitusi pers(ii) ke pers(iv) ke m+p=0
m+p=0an+an=02an=02a=0a=0
♠ Sehingga PK x2+2ax−5=0 menjadi
x2+2ax−5=0x2+2.0.x−5=0x2−5=0x2=5x=±√5x1=√5∨x2=−√5
♠ Menentukan jumlah kuadratnya (x21+x22)
x21+x22=(√5)2+(−√5)2=5+5=10
Jadi, jumlah kuadratnya adalah 10 . ♡
Nomor 14
Diketahui a dan b adalah bilangan bulat positif yang tidak sama dengan satu dan persamaan
logax.logbx=logxblogxa. Nilai (a+b)x adalah ....
♠ Konsep dasar logaritma
*). Bentuk logab=alogb
*). Definisi logaritma : alogb=c→b=ac
*). Sifat logaritma : alogb=1bloga
♠ Menyederhanakan soal
logax.logbx=logxblogxaalogx.blogx=xlogbxloga(gunakan sifat log)1xloga.blogx=1blogx.xlogablogx=1blogx(blogx)2=1blogx=±√1blogx=±1blogx=1∨blogx=−1
dengan definisi logaritma, sehingga diperoleh :
blogx=1→x=b1=b
blogx=−1→x=b−1=1b
♠ Menentukan hasilnya
*). Untuk x=b
(a+b)x=(a+b)b=ab+b2
*). Untuk x=1b
(a+b)x=(a+b)1b=ab+1
Jadi, nilai (a+b)x adalah ab+b2 atau ab+1.♡
*). Bentuk logab=alogb
*). Definisi logaritma : alogb=c→b=ac
*). Sifat logaritma : alogb=1bloga
♠ Menyederhanakan soal
logax.logbx=logxblogxaalogx.blogx=xlogbxloga(gunakan sifat log)1xloga.blogx=1blogx.xlogablogx=1blogx(blogx)2=1blogx=±√1blogx=±1blogx=1∨blogx=−1
dengan definisi logaritma, sehingga diperoleh :
blogx=1→x=b1=b
blogx=−1→x=b−1=1b
♠ Menentukan hasilnya
*). Untuk x=b
(a+b)x=(a+b)b=ab+b2
*). Untuk x=1b
(a+b)x=(a+b)1b=ab+1
Jadi, nilai (a+b)x adalah ab+b2 atau ab+1.♡
Nomor 15
Misalkan A=(1224),D=(0005),
dan P=(abb−a) dengan a,b adalah bilangan-bilangan real sedemikian sehingga
A=PDPT, maka pernyataan berikut benar, KECUALI ....
(A). PT=P−1
(B). det A = det D
(C). a2+b2=1
(D). det P = det A
(E). P−1=P
(A). PT=P−1
(B). det A = det D
(C). a2+b2=1
(D). det P = det A
(E). P−1=P
♣ Konsep Dasar matriks :
*). Determinan : A=(abcd)→Det(A)=ad−bc
*). Invers : A=(abcd)→A−1=1Det(A)(d−b−ca)
♣ Cek matriks P
P=(abb−a)→PT=(abb−a)
Artinya P=PT
Determinan matriks masing-masing :
A=(1224)→Det(A)=1.4−2.2=0
D=(0005)→Det(D)=0.5−0.0=0
P=(abb−a)→Det(P)=−a2−b2=−(a2+b2)
♣ Menyelesaikan persamaan : A=PDPT
A=PDPT(1224)=(abb−a)(0005)(abb−a)(1224)=(05b0−5a)(abb−a)(1224)=(5b2−5ab−5ab5a2)5b2=1→b2=155a2=4→a2=45
Sehingga nilai , a2+b2=15+45→a2+b2=1
Determinan matriks P : Det(P)=−(a2+b2)=−1
Jadi, yang salah adalah opsi D, dimana Det(P) tidak sama dengan Det(A). ♡
*). Determinan : A=(abcd)→Det(A)=ad−bc
*). Invers : A=(abcd)→A−1=1Det(A)(d−b−ca)
♣ Cek matriks P
P=(abb−a)→PT=(abb−a)
Artinya P=PT
Determinan matriks masing-masing :
A=(1224)→Det(A)=1.4−2.2=0
D=(0005)→Det(D)=0.5−0.0=0
P=(abb−a)→Det(P)=−a2−b2=−(a2+b2)
♣ Menyelesaikan persamaan : A=PDPT
A=PDPT(1224)=(abb−a)(0005)(abb−a)(1224)=(05b0−5a)(abb−a)(1224)=(5b2−5ab−5ab5a2)5b2=1→b2=155a2=4→a2=45
Sehingga nilai , a2+b2=15+45→a2+b2=1
Determinan matriks P : Det(P)=−(a2+b2)=−1
Jadi, yang salah adalah opsi D, dimana Det(P) tidak sama dengan Det(A). ♡
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.